Surat Untuk April

09.27.00


Dear  DAY,


        Hai Mbak apa kabar? Aku berharap Mbak dalam keadaan baik-baik. Sebelumnya, entah kenapa tiba-tiba aku ingin nulis surat ke Mbak, aku cuma ingin memberi sesuatu yang bisa dikenang.  

Jadi, aku cuma bisa nulis surat ini tapi aku nggak 100% yakin apa Mbak masih bisa membaca, mengeja kata demi kata dalam surat ini. Aku sangat berharap Mbak masih bisa membaca surat ini. 

Surat ini hanya kerinduan dari saudara kecilmu yang selalu haus kabarmu. Saudaramu yang begitu mengenalmu tapi entahlah apa nanti aku masih begitu mengenalmu atau kau telah berubah menjadi sesosok yang baru. 

Oh iya, tadi aku ingin sekali menambah gelar di belakangmu, karena aku tahu bagaimana detail Mbak berjuang mendapatkannya. 

Aku selalu tertawa saat mengingat ceritamu mendapatkannya. Mbak cuma malas, aku tahu itu kalau sedikit saja rajin mbak pasti mhhm yah, begitulah. 

Eh, tapi tunggu dulu, Mbak udah tamat kan? Iya kan Mbak, nggak mungkin donk di umur Mbak yang kedua puluh tujuh ini belum tamat?  

Atau jangan-jangan udah ada tambahan gelar lain? Ah, tapi nggak mungkin karena aku tahu Mbak udah males sekolahan lagi. Mbak selalu bilang jenuh. Karena itu setelah aku pikir-pikir untuk apa aku tambahkan gelar itu di namamu. 

Gelar itu cuma manifestasi dari tuntutan orang-orang melihatmu bukan dari apa yang benar-benar kau tahu dan pahami. Jadi tak perlulah itu. 

Mbak aku ingin sekali tahu kabarmu. Banyak cerita yang ingin kutanyakan padamu. Setiap hari aku selalu cemas apa Mbak masih ingat aku, mengingat masa-masa kita dulu. 

Aku selalu membayangkan yang indah-indah tentang mbak sekarang. Ini yang paling terus mengkhawatirkanku apa Mbak telah menjadi orang yang mbak inginkan?

Aku terlalu banyak bertanya ya? 

Maaf, aku hanya ingin sekali tahu tentangmu. Yah aku akui sekarang menjadi  kepo kelas satu. Mau tahu semua urusan orang. Tapi aku harap Mbak nggak keberatan.

Hhm..Mbak, apa Mbak udah menikah? Aku selalu ingat tentang ocehan Mbak yang bilang Mbak akan menikah di usia ke-27 nanti. Usia batas maksimal menurutmu untuk menikah. Usia ambang mengkhawatirkan detik-detik eksistensi sebagai seorang wanita. Jadi di umur 27 ini apa sudah menikah? 

Kalau udah wow selamat ya Mbak so happy for you.. Pria itu pastilah bukan sembarang pria dia pasti pria yang sangat luar biasa karena telah mau menerima wanita luar biasa gila..becanda Mbak! 

Aku coba tebak ya, dia pasti pria sederhana yang tak pernah habis cintanya. Pria yang biasa saja, biasa menghormati senja dan wanita. Lalu apa dia pernah mendaki gunung setidaknya sekali dalam hidupnya?

 Aku masih ingat Mbak bilang kalo ada pria yang pernah menaklukkan puncak gunung dia pasti punya kematangan spiritual dan psikologis yang oke. 

Waktu itu aku cuma heran mendengarnya, teori macam apa itu! Aku berpikir mungkin benar juga. Tapi seandainya kalau belum menikah yah, peduli apa sih sama target-target itu ya, Mbak. 

Sepanjang aku hidup juga banyak banget target yang nggak kesampaian maupun belum but life must go on. Aku tahu Mbak lebih cermat dan Tuhan tahu waktu yang tepat. Cepat atau lambat!

Maag mbak masih suka kambuh? Aku cuma mau ngingetin mbak harus teratur makannya dijaga jangan sembarangan. Jangan sampai tragedi dianiaya maag terulang, sama sekali tidak kece. Mbak sekarang udah bisa masak? Selain indomie, air dan nasi tentunya! 

Aku tahu Mbak selalu ingin menjadi wanita yang berhasil termasuk berhasil menjadi seorang wanita. Masakin suami tercinta dan anak-anakmu yang lucu diam-diam Mbak ngayalin itu kan? Aku tahu itu. At least setidaknya bisa bikin kue sus,  kue kesukaanmu sepanjang masa. Kalau yang lain nggak bisa setidaknya itu bisa.

Baiklah dari beribu pertanyaan yang ingin aku tanya tanyakan. Ini pertanyaan yang paling sangat amat aku tanyakan. Sudahkan Mbak mengarungi setidaknya seper-seper -sepernya dunia? 

Kalau iya, Mbak kemana aja? Aku iri sekali. Udah sampe Prancis nggak mbak? Negara yang ingin sekali Mbak kunjungi setiap aku tanya, Mbak selalu bilang tak pernah benar-benar tahu kenapa ingin sekali kesana.  Ada sesuatu disana yang seperti menarikmu lebih kuat dibandingkan lainnya. 


Kalau pun belum kesana aku pasti tahu Mbak sedang usaha ngumpulin pundi-pundi untuk pergi.  Melihat Eiffel dari tepian Sungai Seine. Oh, itu pasti indah sekali! 

Aku ingat Mbak bahkan pernah beli buku panduan Bahasa Prancis, itu lucu sekali buat jaga-jaga katamu. Tapi akhirnya buku itu cuma berdebu bersama tumpukan buku yang lainnya. 

Bahasa Prancis memang seksi, tapi belajarnya agak frustasi. Menjadikan negara itu password di salah satu akunmu, maaf aku keceplosan! Terus gambar Eiffel di kamarmu, yang setiap mau tidur Mbak lihat dan menyelipkan setitik percaya akan kesana suatu saat nanti sebelum kau terlelap tidur.

Oh, Mbak yang selalu percaya kekuatan mimpi aku suka itu, tapi aku nggak tahu di umur kedua puluh tujuh Mbak masih percaya dengan kekuatan mimpi atau berubah menjadi manusia skeptis terhadap mimpi?

Mbak aku cuma mau bilang. Apa semua yang Mbak impikan kejadian atau nggak, Mbak jangan sedih. Aku tahu mbak wanita kuat setelah apa yang pernah kita alami.Mbak bukan makhluk yang cengeng. Aku hanya ingin melihat Mbak menjadi wanita sederhana yang melihat dunia dengan tertawa.

  Walaupun dunia tak sesuai dengan isi kepalamu, aku berdoa hidup Mbak jauh dari kepura-puraan atau hidup dalam omongan orang lain. Jangan berhenti untuk melihat, merasa dan menjejak lebih banyak.  

Semesta terlalu indah untuk kita hindari keberadaannya. Mereka bicara jangan tutup pintu hatimu untuk mengerti bahasa mereka. 

SELAMAT ULANG TAHUN. Semoga tepat di hari Jumat tanggal 14 April 2017 ini dan kebetulan sekali di hari yang sama dengan kelahiranmu Jumat. 

Aku ingin melihat sesosok wanita 27 tahun berdiri memakai dress bewarna cerah dengan senyum merekah indah, tertawa. Iya tertawa, tertawa bahagia.  Bahagia atas semua yang diberikan semesta. Bersyukur tanpa jeda. Tetap kece selalu!

 Selamat Ulang Tahun April..........

 Your little April,

“Dea” 14 April 2012

You Might Also Like

0 komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Subscribe